Aturan CODD.
1. Aturan informasi.
Semua infromasi dalam database relasi termasuk nama tabel, nama kolom ditunjukkan oleh nilai yang terdapat didalam tabel, tampilan sederhana yang ditampilkan menambah kecepatan dalam pengolahan dan perancangan, produktivitas pengguna ditingkatkan sejak pengenalan hanya menggunakan satu bahasa yang diperlukan untuk mengakses semua data seperti deskripsi tabel dan definisi atribut serta batasan integritas, suatu keputusan dapat diambil saat ada kendala dalam pelanggaran, akses data juga dapat dibatasi, semua informasi ini tersimpan di dalam suatu tabel.
2. Aturan akses yang dijamin.
Setiap data di dalam database relasi dapat diakses dengan menggunakan kombinasi nama tabel, nilai kunci utama (Primary Key) yang mengidentifikasikan nama baris dan kolom yang mengidentifikasikan suatu sel. Produktivitas pengguna ditingkatkan karena tidak menggunakan alamat fisik poniter, menyediakan independensi data, kemungkinan untuk mengambil setiap data induvidual yang tersimpan dalam database relasi dengan menentukan nama tabel tempat penyimpanan, kolom dan kunci primer (primary Key) yang mengidentifikasi sel tempat penyimpanannya.
3. Aturan perlakuan sistem terhadap nilai NULL.
RDBMS menangani catatan yang memiliki nilai yang tidak diketahui atau nilai yang tidak dapat diterapkan dengan cara yang sudah ditentukan sebelumnya, RDBMS juga membedakan antara nilai nol (0), kosong dan NULL di catat dalam menangani nilai - nilai tersebut secara konsisten sehingga menghasilkan jawaban perbandingan dan perhitungan yang benar melalui serangkaian aturan untuk menangani nilai NULL, pengguna dapat membedakan hasil query yang melibatkan angka nol (0), nilai kosong (blank) dan nilai NULL, meskipun aturan tersebut tidak menentukan apa yang harus dilakukan dalam kasus nilai NULL, database menentukan bahwa harus ada kebijakan yang konsisten dalam perlakuan terhadap suatu nilai NULL.
4. Katalog online aktif berdasarkan model relasi.
Deskripsi database dan isinya adalah tabel database, dan oleh karena itu dapat ditanyakan secara on-line melalui bahasa manipulasi data / sintaks. Produktivitas administrator database ditingkatkan karena perubahan dan penambahan katalog dapat dilakukan dengan perintah yang sama yang digunakan untuk mengakses tabel lainnya, semua pertanyaan dan laporan juga bisa dilakukan seperti tabel lainnya.
5. Aturan Komprehensif Sub-Bahasa Data.
RDBMS dapat mendukung beberapa bahasa, tetapi setidaknya salah satu dari bahasa tersebut seharusnya mengijinkan pengguna melakukan semua hal berikut :
~ Menentukan tabel dan tampilan.
~ Query dan memperbaharui data.
~ Menetapkan batasan integritas.
~ Menetapkan otorisasi dan menentukan transaksi.
Produktivitas pengguna ditingkatkan karena hanya ada satu pendekatan yang dapat digunakan untuk semua operasi basis data. Dalam lingkungan multi user pengguna tidak perlu khawatir dengan integritas suatu data yang akan diurus oleh sistem, selain itu hanya pengguna dengan otorisasi yang tepat yang dapat mengakses data.
6. Aturan melihat dan memperbaharui data.
Setiap tampilan yang dapat diperbaharui secara teoritis dapat diperbaharui menggunakan RDBMS, konsistensi data dipastikan karena perubahan yang dilakukan pada tampilan ditransmisikan ke tabel dasar dan sebaliknya.
7. Sisipan Tingkat Tinggi, Pembahruan dan Hapus.
RDBMS mendukung penyisipan data (insert), pembaharuan data (update) dan penghapusan (delete) pada tingkat tabel, kinerja ditingkatkan karena perintah bertindak pada satu set catatan daripada satu record pada satu waktu.
8. Kemandirian Data Fisik.
Pelaksanaan permintaan adhoc dan program aplikasi tidak terpengaruh oleh perubahan metode akses data dan penyimpanan fisik. Administrator database dapat membuat perubahan pada metode akses fisik dan penyimpanan yang meningkatkan kinerja dan tidak memerlukan perubahan dalam program aplikasi atau permintaan. Disini pengguna menentukan apa yang dia inginkan tidak perlu khawatir dengan bagaimana data tersebut didapat.
9. Kemandirian Data Logis.
Perubahan logis pada tabel dan tampilan kolom penambahan / penghapusan atau perubahan bidang lama tidak memerlukan modifikasi pada program atau dalam format permintaan adhoc, database dapat berubah dan tumbuh untuk mencerminkan perubahan dalam kenyataan tanpa memerlukan campur tangan pengguna atau perubahan dalam aplikasi. Misalnya menambahkan atribut atau kolom ke tabel dasar seharusnya tidak mengganggu program atau perintah interaktif yang tidak berguna untuk atribut baru.
10. Kemandirian Integritas.
Seperti definisi tabel / tampilan, batasan integritas disimpan dalam katalog on-line dan karenanya dapat diubah tanpa memerlukan perubahan dalam program aplikasi. Kendala integritas yang spesifik untuk RDB tertentu harus dapat didefinisikan dalam sub bahasa data relasional dan disimpan dalam katalog, setidaknya integritas entitas dan integritas referensial harus didukung.
11. Kemandirian Distribusi.
Program aplikasi dan permintaan adhoc tidak terpengaruh oleh perubahan distribusi data fisik, kehandalan sistem yang ditingkatkan karena program aplikasi akan berjalan walaupun progra, dan data dipindahkan ke lokasi yang berbeda.
12. Tidak ada subversi aturan.
Jika RDBMS memiliki bahasa yang mengakses informasi suatu record sekaligus, bahasa ini tidak boleh digunakan untuk melewati batasan integritas, Hal ini diperlukan untuk integritas data.
Menurut Dr.Edgar F. Codd, sebuah sistem manajemen basis data relasi harus dapat mengelola database sepenuhnya melalui kemampuan relasionalnya.
Sumber : Disini
Note : Mau uji coba database Oracle download disini.
Oracle Win64
Best Regards
0 komentar:
Posting Komentar